Jumat, 07 Juni 2013

Proses Pembuatan Formula EM 4















Sejarah Formula EM
          EM merupakan kultur campuran dari microorganisms yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. EM diaplikasikan sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman dan populasi mikroorganisme di dalam tanah dan tanaman, yang selanjutnya dapat meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
Teknologi EM ditemukan oleh seorang ilmuwan besar bernama Teruo Higa, melalui teknologi Effective Microorganism (EM). Teruo Higa lahir pada 28 Desember 1941 di Okinawa, Jepang. Okinawa merupakan sebuah tempat yang berada pada Kepulauan Ryukyu di bagian selatan Jepang. Higa menempuh pendidikan pada Jurusan Pertanian di Universitas Ryukyus. Dasar-dasar pengetahuan tentang bahan-bahan pangan organik diperoleh Higa di tempat ini.
         Penggunaan EM terbukti dapat memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba penyebab penyakit, memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman, memacu produktivitas ternak dan ikan, serta bisa memperbaiki kualitas air sungai, danau, dan pantai.
 Intinya, EM merupakan bioteknologi yang sangat ramah lingkungan, sekaligus mengurangi biaya produksi serta menghasilkan bahan-bahan yang tidak terkontaminasi bahan kimia. Tidak heran jika 160 negara di dunia telah mengaplikasikannya, termasuk Indonesia.
 Sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah.

Proses pembuatan formula EM 4

Adapun proses pembuatan formula EM4 dapat kita lakukan sebagai berikut:

1.  Komposisi / Bahan :
  • Pisang / kulit 0,5 kg
  • Pepaya / kulit 0,5 kg
  • Nanas / kulit 0,5 kg
  • Kangkung panjang 0,25 kg
  • Kacang panjang 0,25 kg
  • Bagian dalam batang pisang
  • Gula pasir 1 kg
  • Air tuak nira 500 ml
 2. Alat / sarana: 
  • Pisau
  • Timbangan
  • Ember penutup
  • Blender
  • Botol penyimpan
  3. Cara membuat:
  • Siapkan semua bahan

              
  • Timbang bahan sesuai takaran
 
  • ·Haluskan dan campur bahan dengan menggunakan blender
 

  • ·Simpan  bahan dengan wadah yang bertutup selama 7 hari kemudian disaring
 

   Semua jenis formula EM terdiri atas lima kelompok mikroorganisme, yakni bakteri fotosintetik, lactobacillus (bakteri asam laktat), actinomycetes, ragi, dan cendawan fermentasi. EM-4 yang dikembangkan Indonesia pada umumnya mengandung 90 persen lactobacillus. Apabila diurai, EM-4 terdiri atas 80 spesies dari 10 genus.

Aplikasi  EM 4

a.            Aplikasi EM-4 di bidang pertanian (termasuk perkebunan)
Manfaatnya  antara lain:
  • Memperbaiki sifat fisik ,kimia dan biologi tanah
  • empercepat proses permentasi dalam pembuatan kompos
  • Meningkatkan nutrisi tanaman
  • Menekan aktifitas hama pathogen
  • Menjaga kestabilan produksi tanaman
b.            Aplikasi di bidang perikanan (udang/ikan)
Manfaatnya antara lain:
  • Meningkatkan pertahanan,pertumbuhan daya tubuh 
  • Mengurangi penggunaan antibiotik
  • Menciptakan efisiensi energi dan pengelolaan kualitas air
  • menjaga keseimbangan mikroorganisme
  • Mencegah bau air
c.             Aplikasi  dibidang peternakan
 Manfaatnya antara lain:
  •  Mengurangi stress 
  • Meningkatkan mutu dan produktivitas (meningkatkan daging dan telur)
  • Memperbaiki kesehatan ternak
  • Menekan angka kematian bibit
  • Memperbaiki kesuburan ternak
  • Menyeimbangkan mikroorganisme yang menguntungkan dalam perut ternak
  • Mencegah bau tak sedap pada kotoran ternak   
d.           Cara pemberian :
  • Dicampurkan kedalam pakan /air minumternak.
  • Karena aromanya asam manis ternak pun mengalami peningkatan nafsu makan

SILAHKAN MENCOBA………
SEMOGA BERMANFAAT…………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar